CEO Google DeepMind Demis Hassabis meluncurkan inisiatif pendanaan untuk memberdayakan para peneliti yang memanfaatkan AI untuk penelitian penyakit langka, keberlanjutan, dan tantangan ilmiah lainnya.
Google telah mengumumkan pendanaan sebesar $20 juta, dengan tambahan $2 juta dalam bentuk kredit cloud, untuk mendukung para peneliti yang menggunakan AI guna mengatasi tantangan ilmiah yang kompleks. Prakarsa tersebut, yang diluncurkan oleh CEO Google DeepMind Demis Hassabis di AI for Science Forum di London, merupakan bagian dari strategi Google yang lebih luas untuk mendorong inovasi dan kolaborasi dengan organisasi akademis dan nirlaba di seluruh dunia.
Pendanaan tersebut akan memprioritaskan proyek-proyek interdisipliner yang menangani berbagai tantangan di berbagai bidang seperti penelitian penyakit langka, biologi eksperimental, keberlanjutan, dan ilmu material. Google berencana untuk mendistribusikan pendanaan tersebut ke sekitar 15 organisasi pada tahun 2026, memastikan setiap hibah cukup besar untuk mendorong terobosan yang berdampak. Program ini mencerminkan tujuan Google untuk memposisikan dirinya sebagai mitra utama dalam memajukan sains melalui AI, dengan membangun keberhasilan seperti AlphaFold, yang baru-baru ini membuat para pemimpin DeepMind memperoleh Penghargaan Nobel dalam bidang Kimia.
Langkah ini sejalan dengan tren yang berkembang di antara perusahaan-perusahaan Big Tech yang berinvestasi besar dalam penelitian yang digerakkan oleh AI. AWS milik Amazon baru-baru ini memberikan komitmen $110 juta untuk hibah serupa, yang menggarisbawahi persaingan untuk menarik ilmuwan dan peneliti terkemuka ke dalam ekosistem mereka. Hassabis menyatakan harapan bahwa inisiatif ini akan menginspirasi kolaborasi yang lebih besar antara sektor swasta dan publik dan selanjutnya menunjukkan potensi transformatif AI dalam sains.





