Perusahaan tersebut mengevaluasi kembali penggunaan istilah ‘Zionis‘ di platformnya, menganggapnya sebagai pengganti ujaran kebencian terhadap orang Yahudi dan Israel.
Meta mengumumkan pada hari Selasa bahwa mereka akan mulai menghapus lebih banyak unggahan yang menargetkan ‘Zionis’ ketika istilah tersebut digunakan untuk merujuk kepada orang Yahudi dan Israel, bukan pendukung gerakan politik tersebut. Keputusan ini didasarkan pada klaim bahwa dunia dapat memiliki makna baru dan menjadi istilah pengganti untuk kebangsaan. Meta mengkategorikan sejumlah ‘karakteristik yang dilindungi’, termasuk kebangsaan, ras, dan agama.
Sebelumnya, pendekatan Meta memperlakukan kata ‘Zionis’ sebagai pengganti orang Yahudi atau Israel dalam dua kasus khusus: saat kaum Zionis dibandingkan dengan tikus, yang mencerminkan gambaran antisemit, dan saat konteks dengan jelas menunjukkan bahwa kata tersebut berarti ‘Yahudi’ atau ‘Israel.’
Perubahan kebijakan tersebut dipuji oleh Kongres Yahudi Dunia. Presidennya, Ronald S. Lauder, menyatakan, “Dengan mengakui dan menangani penyalahgunaan istilah ‘Zionis,’ Meta mengambil sikap berani terhadap mereka yang berusaha menutupi kebencian mereka terhadap orang Yahudi.” Meta sebelumnya telah melaporkan penurunan signifikan dalam ujaran kebencian di platformnya.





