Laporan baru menemukan bahwa bisnis Tiongkok kemungkinan besar menggunakan genAI, sedangkan rekan-rekan mereka di AS memimpin penerapan penuhnya.
Sebuah survei baru mengungkap bahwa Tiongkok berada di garis depan dalam penerapan AI generatif (GenAI), teknologi yang dapat menghasilkan gambar, teks, dan video sebagai respons terhadap perintah. Survei yang dilakukan oleh perusahaan perangkat lunak AI dan analitik SAS dan Coleman Parkes Research ini menemukan bahwa 83% responden Tiongkok menggunakan AI generatif.
Terkait penerapan penuh teknologi GenAI, Amerika Serikat berada di posisi kedua dengan 24%, sementara Tiongkok 19% dan Inggris 11%. Industri yang disurvei meliputi perbankan, telekomunikasi, asuransi, perawatan kesehatan, manufaktur, ritel, dan energi. Dua industri sebelumnya menunjukkan integrasi dan penggunaan AI generatif tertinggi.
Pengumuman OpenAI baru-baru ini untuk melarang pengguna China mengakses ChatGPT diperkirakan tidak akan berdampak drastis pada penggunaan. Alternatif China seperti SenseTime dan Baidu diperkirakan akan menggantikan ChatGPT. SAS sebenarnya memperkirakan adopsi China akan meningkat karena persaingan menurunkan biaya GenAI untuk bisnis.





