Dengan menyediakan opsi ini, Bumble bertujuan untuk mengekang penyalahgunaan teknologi AI dalam membuat profil yang menipu dan meningkatkan keamanan pengguna di platform.
Dengan banyaknya penipu yang menggunakan foto dan video hasil rekayasa AI di aplikasi kencan, Bumble telah menambahkan fitur baru yang memungkinkan pengguna melaporkan profil yang diduga hasil rekayasa AI. Kini, pengguna dapat memilih ‘Profil palsu’ lalu memilih ‘Menggunakan foto atau video hasil rekayasa AI’ di antara opsi pelaporan lainnya seperti konten yang tidak pantas, pengguna di bawah umur, dan penipuan. Dengan memungkinkan pengguna melaporkan profil tersebut, Bumble bertujuan untuk mengurangi penyalahgunaan AI dalam membuat profil yang menyesatkan.
Awal Februari tahun ini, Bumble memperkenalkan ‘Deception Detector’, yang menggabungkan AI dan moderator manusia untuk mendeteksi dan menghilangkan profil palsu dan penipu. Setelah langkah ini, Bumble telah menyaksikan penurunan keseluruhan sebesar 45% dalam spam dan penipuan yang dilaporkan. Fitur penting lain dari Bumble adalah alat AI ‘ Private Detector ‘ yang mengaburkan foto telanjang yang tidak diminta.
Risa Stein, VP Produk Bumble, menekankan pentingnya menciptakan ruang yang aman dan menyatakan, ‘Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan teknologi kami guna memastikan bahwa Bumble adalah lingkungan kencan yang aman dan terpercaya.





