Nvidia, yang menguasai sekitar 90% pasar chip AI kelas atas, juga sedang diselidiki karena berpotensi melakukan praktik penjualan anti persaingan.
Perusahaan rintisan asal Israel, Run, tengah diselidiki karena Departemen Kehakiman AS tengah menyelidiki akuisisi perusahaan tersebut oleh Nvidia atas dasar antimonopoli. Kesepakatan senilai $700 juta yang diumumkan pada bulan April itu menimbulkan kekhawatiran atas meningkatnya dominasi Nvidia di pasar chip AI. Teknologi Run, yang mengoptimalkan unit pemrosesan grafis (GPU), telah menjadi sangat berharga di tengah melonjaknya permintaan untuk chip ini.
Nvidia, yang mengalami lonjakan laba karena chip yang diadaptasi untuk AI, kini tengah diselidiki atas dugaan praktik yang berpotensi anti persaingan. Regulator khawatir bahwa kendali perusahaan atas chip AI kelas atas dan perangkat lunak terkait dapat menghambat persaingan dan inovasi dalam industri AI. Juru bicara Nvidia Mylene Mangalindan membela perusahaan tersebut, dengan menekankan komitmennya terhadap persaingan dan inovasi.
Mengapa hal ini penting?
Investigasi Departemen Kehakiman merupakan bagian dari upaya regulasi yang lebih luas untuk mengatasi potensi perilaku monopoli di sektor AI. Untuk memastikan persaingan yang adil, Departemen Kehakiman dan Komisi Perdagangan Federal sedang memeriksa praktik bisnis perusahaan AI terkemuka, termasuk Nvidia dan Microsoft.
Investigasi terhadap strategi akuisisi dan praktik bisnis Nvidia mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas tentang konsentrasi pasar di industri teknologi. Karena regulator terus meneliti investasi dan merger AI, hasil investigasi ini dapat berdampak signifikan terhadap lanskap pasar AI di masa mendatang.





