Telly Menawarkan TV 4K 55 Inci Gratis Seharga Setengah Juta

Telly, sebuah perusahaan yang didirikan oleh salah seorang pendiri Pluto TV, Ilya Pozin, pada hari Senin mengumumkan akan menawarkan 500.000 TV 4K berukuran 55 inci gratis kepada publik sebagai bagian dari model bisnis yang mengharuskan pengiklan menanggung biaya peningkatan hiburan konsumen.

Di tengah model yang telah dikerjakan selama dua tahun ini, terdapat TV pintar layar ganda yang dikembangkan oleh Telly. Satu layar adalah Layar Televisi Home Theater HDR 4K 55 inci yang dipisahkan dari layar pintar yang lebih kecil oleh bilah suara dengan lima driver. Layar pintar tersebut menampilkan informasi, seperti berita, skor olahraga, dan cuaca, serta iklan, yang terus-menerus ditampilkan di area khusus di sisi kanan layar pintar.

Selain program TV, perangkat keras tersebut mendukung panggilan video, permainan video, asisten suara berkemampuan AI, layanan musik, dan program kebugaran pelacakan gerak.

“Telly adalah inovasi terbesar dalam dunia televisi sejak era warna,” Pozin membanggakan dalam sebuah pernyataan. “Telly adalah langkah maju yang revolusioner bagi konsumen dan pengiklan.”

Kompromi Konsumen

Telly akan membantu perusahaan streaming menyediakan konten yang mereka butuhkan dan inginkan melalui pengalaman iklan yang selalu aktif, kata Elizabeth Parks, presiden dan CMO Parks Associates , sebuah perusahaan riset pasar dan konsultasi yang mengkhususkan diri dalam produk teknologi konsumen, di Addison, Texas.

“Kami memperkirakan jumlah rumah tangga yang menggunakan layanan streaming yang didukung iklan akan tumbuh dari sekitar 37 juta rumah tangga pada tahun 2022 menjadi 52 juta pada tahun 2027, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 6,7%,” ungkapnya kepada TechNewsWorld.

Pozin memperkirakan bahwa TV dengan spesifikasi dan kemampuan Telly dijual seharga US$1.000, meskipun TV 4K dijual dengan harga kurang dari itu. “Telly akan menarik bagi rumah tangga yang memiliki anggaran terbatas tetapi terbuka terhadap iklan,” kata Brett Sappington, wakil presiden Interpret , sebuah agensi wawasan konsumen global.

Related Posts

Maraknya Deepfake Berbagai Rekayasa Sosial Berbasis AI

Deepfake merupakan masalah yang semakin meningkat bagi organisasi mana pun yang terhubung ke internet. Deepfake dapat menjadi sangat berbahaya ketika digunakan sebagai senjata oleh negara-negara dan penjahat siber. “Ketika orang…

Produk Teknologi Terbaik Tahun 2025 Pilihan Rob Enderle

Tahun ini penuh dengan perubahan besar, inovasi luar biasa, dan banyak sekali masalah. Jika kita menengok ke belakang pada tahun 2025, jelas bahwa industri teknologi akhirnya telah melampaui siklus “hype…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Maraknya Deepfake Berbagai Rekayasa Sosial Berbasis AI

Maraknya Deepfake Berbagai Rekayasa Sosial Berbasis AI

Produk Teknologi Terbaik Tahun 2025 Pilihan Rob Enderle

Produk Teknologi Terbaik Tahun 2025 Pilihan Rob Enderle

Gartner Merekomendasikan untuk Menghindari Browser AI

Gartner Merekomendasikan untuk Menghindari Browser AI

Valuasi startup AI mеnіngkаtkаn kеkhаwаtіrаn gеlеmbung

Valuasi startup AI mеnіngkаtkаn kеkhаwаtіrаn gеlеmbung

Pеruѕаhааn chip AI Cеrеbrаѕ mеngаjukаn penarikan

Pеruѕаhааn chip AI Cеrеbrаѕ mеngаjukаn penarikan

Kеlоmроk peretas mеngklаіm hаmріr 1 miliar catatan Salesforce  

Kеlоmроk peretas mеngklаіm hаmріr 1 miliar catatan Salesforce