Dunia kendaraan listrik (EV) berada di ambang lompatan besar ke depan, dan inti dari revolusi ini adalah kemitraan inovatif dan Factorial.
Dengan mengadopsi teknologi baterai solid-state, kedua raksasa ini memposisikan diri untuk mendefinisikan ulang lanskap kendaraan listrik. Dengan fokus bersama pada inovasi, performa, dan keberlanjutan, mereka bersiap untuk meluncurkan armada demonstrasi kendaraan Dodge Charger Daytona baru pada tahun 2026—yang didukung oleh teknologi baterai solid-state FEST® mutakhir dari Factorial.
Tahap Berikutnya Inovasi Kendaraan Listrik
Stellantis NV, perusahaan otomotif global yang terkemuka, telah lama menjadi yang terdepan dalam revolusi kendaraan listrik. Pada tahun 2021, mereka mengambil langkah signifikan dengan menginvestasikan $75 juta di Factorial Inc., pemimpin baru dalam pengembangan baterai solid-state. Maju cepat ke tahun 2024, dan hasil dari kemitraan itu akan segera terlihat. Stellantis menggabungkan baterai solid-state Factorial ke dalam armada kendaraan Dodge Charger Daytona yang akan datang, yang akan dibangun di atas platform STLA Large.
Armada demonstrasi ini merupakan langkah penting menuju produksi massal kendaraan listrik yang ditenagai oleh teknologi solid-state Factorial, yang memiliki kepadatan energi yang mengesankan lebih dari 390 Wh/kg. Pada tahun 2026, kendaraan listrik berperforma tinggi ini tidak hanya akan memvalidasi teknologi tetapi juga membuka jalan bagi Stellantis untuk mengintegrasikan baterai solid-state di seluruh portofolio mereknya yang luas, termasuk Jeep, Dodge, Alfa Romeo, dan Maserati.
Mengapa Baterai Solid-State Penting
Baterai lithium-ion tradisional telah menjadi penggerak industri kendaraan listrik selama bertahun-tahun, tetapi baterai ini memiliki keterbatasan. Hadirlah teknologi solid-state yang menawarkan beberapa keunggulan, termasuk:
Kepadatan energi yang lebih tinggi : Baterai solid-state Factorial mengemas lebih banyak energi per kilogram, yang memungkinkan kendaraan melaju lebih jauh dengan sekali pengisian daya.
Peningkatan keselamatan : Baterai solid-state menggunakan elektrolit padat, mengurangi risiko kebakaran yang terkait dengan elektrolit cair dalam baterai lithium-ion.
Daya saing biaya : Seiring kemajuan teknologi solid-state, biaya keseluruhan kendaraan listrik diperkirakan akan turun, sehingga lebih mudah diakses oleh konsumen.





