aplikasi kecerdasan buatan generatif yang lebih canggih telah menciptakan perbincangan hangat di kalangan pemimpin bisnis.
“Teknologi inovatif ini bukan sekadar kata kunci industri lainnya; ini adalah perubahan paradigma yang siap mendefinisikan ulang batasan kemampuan AI,” tulis guru teknologi Bernard Marr pada hari Senin dalam buletin Intelligence Revolution miliknya.
“Pada intinya, AI agen mengacu pada sistem kecerdasan buatan yang memiliki tingkat otonomi dan dapat bertindak sendiri untuk mencapai tujuan tertentu,” katanya. “Tidak seperti model AI tradisional yang hanya menanggapi perintah atau menjalankan tugas yang telah ditentukan sebelumnya, AI agen dapat membuat keputusan, merencanakan tindakan, dan bahkan belajar dari pengalamannya — semuanya dalam upaya mencapai tujuan yang ditetapkan oleh pencipta manusianya.”
Ia menjelaskan bahwa teknologi tersebut tidak hanya akan memahami maksud dan melakukan hal-hal yang sangat sederhana seperti mengambil informasi dan menghasilkan respons berdasarkan hal tersebut, tetapi juga dapat mengambil tindakan. “Jadi, teknologi tersebut dapat mengambil API atau alat. Atau bahkan menghasilkan kode, seperti menghasilkan kode Python untuk memecahkan masalah,” kata Wong kepada TechNewsWorld.
Melangkah Lebih Jauh dari Generasi AI
Scott Dylan, pendiri NexaTech Ventures , sebuah perusahaan modal ventura di Manchester, Inggris, menyatakan bahwa AI agen mengambil langkah signifikan melampaui AI generatif. “Sementara AI generatif berfokus pada pembuatan konten — teks, gambar, kode — berdasarkan data yang ada, AI agen memiliki rasa otonomi,” ungkapnya kepada TechNewsWorld. “AI dapat membuat keputusan, mengambil tindakan, dan beradaptasi secara real-time tanpa memerlukan masukan manusia yang konstan.”





