Inisiatif ini, yang sangat penting bagi sektor otomotif India, bertujuan untuk mempersiapkan 200.000 pekerja terampil pada tahun 2030
Accenture telah meluncurkan Software-Defined Vehicle (SDV) Academy global melalui platform LearnVantage-nya, yang bertujuan untuk membentuk masa depan industri otomotif dengan membekali para profesional dengan keterampilan penting untuk pasar yang diperkirakan mencapai $3,5 triliun pada tahun 2040.
SDV Academy menyajikan kurikulum yang luas, yang terdiri dari lebih dari 40 modul khusus. Akademi ini menawarkan pelatihan langsung dalam lingkungan sandbox interaktif, didukung oleh laboratorium mutakhir dan bimbingan ahli. Struktur program ini mencakup seluruh ekosistem SDV, yang mencakup perangkat keras dan perangkat lunak. Peserta mempelajari domain penting seperti sistem infotainment, teknologi mengemudi otomatis (AD/ADAS), konektivitas, dan arsitektur listrik/elektronik (E/E).
Pelatihan di akademi ini melampaui pembelajaran konvensional dengan menanamkan standar industri seperti AUTomotive Open System ARchitecture (AUTOSAR), Automotive Software Process Improvement and Capability DEtermination (ASPICE), Functional Safety, dan Cybersecurity. Hal ini memastikan bahwa peserta didik tidak hanya memahami konsep teoritis tetapi juga memperoleh keterampilan praktis yang sesuai dengan industri.
Prakarsa ini menjawab kebutuhan mendesak akan tenaga profesional terampil, khususnya di sektor otomotif India. Sebuah studi tahun 2024 oleh Society of Indian Automobile Manufacturers (SIAM) menyoroti kebutuhan akan 200.000 pekerja terampil pada tahun 2030 untuk memenuhi target adopsi kendaraan listrik nasional sebesar 30%.
Kishore Durg, pimpinan global di Accenture LearnVantage, menyoroti posisi India dalam lanskap otomotif global, didorong oleh lonjakan minat terhadap kendaraan listrik dan teknologi mobil yang terhubung. Ia menekankan perlunya produsen mobil India untuk terus meningkatkan proses R&D dan manufaktur mereka agar tetap kompetitif.





