Dalam langkah tegas untuk melawan meningkatnya ancaman siber, Italia telah meluncurkan rencana untuk langkah-langkah baru yang ketat yang menargetkan peretas dan pelanggaran basis data yang tidak sah. Undang-undang yang diusulkan menandakan komitmen Roma untuk memperkuat keamanan siber.
Italia tengah meningkatkan upayanya melawan kejahatan dunia maya dengan rancangan dekrit yang ditujukan untuk menanggulangi akses tidak sah ke sistem komputer yang sensitif. Langkah ini diambil setelah sejumlah pelanggaran besar, termasuk insiden yang melibatkan basis data negara dan keuangan, yang mendorong tindakan pemerintah yang mendesak. Undang-undang tersebut, yang akan dibahas oleh kabinet pada tanggal 25 November 2024, berfokus pada sistem yang penting bagi militer, keselamatan publik, kesehatan, dan perlindungan sipil.
Rancangan undang-undang tersebut memberikan kewenangan yang lebih luas kepada kepala jaksa antimafia Italia untuk mengawasi penyelidikan atas kasus pemerasan yang terkait dengan pelanggaran data. Hal ini menyusul beberapa penangkapan yang terkait dengan akses ilegal ke sistem negara, dengan puluhan orang lainnya sedang diselidiki, termasuk individu yang terkait dengan tokoh terkemuka seperti Leonardo Maria Del Vecchio.
Secara terpisah, pihak berwenang di Bari sedang menyelidiki potensi pelanggaran di bank terbesar Italia , Intesa Sanpaolo, yang mungkin telah membahayakan rekening Perdana Menteri Giorgia Meloni. Insiden ini menggarisbawahi urgensi tindakan keras yang diusulkan karena Italia berupaya melindungi infrastruktur digitalnya.





