Evolution Mining mengkonfirmasi serangan siber

Para ahli memperingatkan bahwa industri keamanan siber negara tersebut kekurangan sumber daya, dan peningkatan kolaborasi pertahanan Australia dengan AS dan Inggris.

Perusahaan pertambangan emas Australia telah mengonfirmasi bahwa mereka menjadi sasaran serangan siber minggu lalu, bergabung dengan daftar perusahaan domestik yang terus bertambah yang terkena serangan serupa. Insiden ini terjadi saat Australia terus bergulat dengan gelombang serangan siber yang telah mengungkap kerentanan dalam infrastruktur keamanan siber negara tersebut. Meskipun Evolution Mining telah menyatakan bahwa pelanggaran keamanan telah diatasi, perusahaan tersebut belum memberikan perincian lebih lanjut tentang tingkat kerusakan atau sifat serangan tersebut.

Perusahaan telah melaporkan insiden tersebut ke Pusat Keamanan Siber Australia, yang telah mengakui laporan tersebut tetapi mencatat bahwa Evolution Mining tidak memberikan banyak informasi tentang pelanggaran tersebut. Meskipun terjadi serangan, Evolution Mining meyakinkan bahwa operasinya tidak akan terpengaruh secara material. Pemerintah Australia baru-baru ini memperkuat pertahanan sibernya dengan meningkatkan pendanaan penegakan hukum dan mewajibkan pelaporan serangan siber sebagai bagian dari perombakan keamanan yang lebih luas.

Kejahatan dunia maya telah meningkat di Australia, dengan laporan meningkat hampir 25% pada tahun menjelang Juni 2023. Kerugian rata-rata yang dialami korban juga meningkat sebesar 14%. Para ahli telah menunjukkan bahwa industri keamanan dunia maya negara tersebut kekurangan sumber daya dan mungkin tidak sepenuhnya siap untuk menangani ancaman yang terus meningkat. Meningkatnya kolaborasi antara Australia, AS, dan Inggris berdasarkan perjanjian pertahanan baru juga telah menjadikan Australia sebagai target yang lebih menonjol untuk serangan dunia maya.

Serangan terhadap Evolution Mining menggemakan serangkaian pelanggaran yang telah memengaruhi perusahaan-perusahaan besar Australia dalam beberapa tahun terakhir, termasuk Optus , Woolworths, Medibank, DP World Australia , dan unit Shell Australia. Insiden-insiden ini telah menarik perhatian pada kebutuhan mendesak akan pertahanan siber yang lebih kuat karena Australia terus menghadapi tantangan keamanan digital yang signifikan.

Related Posts

Maraknya Deepfake Berbagai Rekayasa Sosial Berbasis AI

Deepfake merupakan masalah yang semakin meningkat bagi organisasi mana pun yang terhubung ke internet. Deepfake dapat menjadi sangat berbahaya ketika digunakan sebagai senjata oleh negara-negara dan penjahat siber. “Ketika orang…

Produk Teknologi Terbaik Tahun 2025 Pilihan Rob Enderle

Tahun ini penuh dengan perubahan besar, inovasi luar biasa, dan banyak sekali masalah. Jika kita menengok ke belakang pada tahun 2025, jelas bahwa industri teknologi akhirnya telah melampaui siklus “hype…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Maraknya Deepfake Berbagai Rekayasa Sosial Berbasis AI

Maraknya Deepfake Berbagai Rekayasa Sosial Berbasis AI

Produk Teknologi Terbaik Tahun 2025 Pilihan Rob Enderle

Produk Teknologi Terbaik Tahun 2025 Pilihan Rob Enderle

Gartner Merekomendasikan untuk Menghindari Browser AI

Gartner Merekomendasikan untuk Menghindari Browser AI

Valuasi startup AI mеnіngkаtkаn kеkhаwаtіrаn gеlеmbung

Valuasi startup AI mеnіngkаtkаn kеkhаwаtіrаn gеlеmbung

Pеruѕаhааn chip AI Cеrеbrаѕ mеngаjukаn penarikan

Pеruѕаhааn chip AI Cеrеbrаѕ mеngаjukаn penarikan

Kеlоmроk peretas mеngklаіm hаmріr 1 miliar catatan Salesforce  

Kеlоmроk peretas mеngklаіm hаmріr 1 miliar catatan Salesforce