Amazon harus mengambil langkah-langkah untuk memberi tahu konsumen dan memastikan mereka mengembalikan atau memusnahkan produk-produk tersebut
Komisi Keamanan Produk Konsumen (CPSC) Amerika Serikat menyatakan bahwa Amazon akan dimintai pertanggungjawaban atas penjualan produk pihak ketiga yang berbahaya di platformnya. Komisi tersebut selanjutnya meminta perusahaan untuk mengambil langkah-langkah guna memberi tahu konsumen dan memastikan mereka mengembalikan atau memusnahkan produk tersebut. Arahan tersebut mencakup 400.000 item yang melanggar standar mudah terbakar, seperti detektor karbon monoksida yang rusak, pengering rambut yang tidak aman, dan pakaian tidur anak-anak. Sebagai tanggapan, Amazon mengungkapkan niatnya untuk mengajukan keberatan terhadap perintah tersebut di pengadilan.
Badan AS tersebut menyatakan bahwa ‘Amazon gagal memberi tahu masyarakat tentang produk-produk berbahaya ini dan tidak mengambil langkah-langkah yang memadai untuk mendorong pelanggannya mengembalikan atau memusnahkan produk-produk tersebut, sehingga membuat konsumen berisiko besar mengalami cedera’. CPSC melabeli Amazon sebagai ‘distributor’ produk-produk cacat, karena produk-produk tersebut disimpan dan dikirim oleh perusahaan tersebut.
Ini bukan insiden yang hanya terjadi sekali bagi perusahaan tersebut karena sebelumnya, pada tahun 2021, CPSC juga menggugat Amazon, yang memaksa mereka untuk menarik kembali sejumlah produk berbahaya yang dijual di platform mereka. Selanjutnya, Amazon terpaksa menghapus sebagian besar barang-barang ini dan mengembalikan uang kepada pelanggan. Meskipun demikian, Amazon menyatakan bahwa mereka menyediakan logistik untuk penjual independen dan bukan distributor.





