Lalu lintas web ChatGPT turun 12% sementara keuntungan Google melonjak hampir 60% dari pendapatan iklan.
ChatGPT milik OpenAI, yang diluncurkan pada tahun 2022, telah merevolusi cara orang mencari jawaban, beralih dari metode tradisional ke interaksi yang digerakkan oleh AI. Chatbot AI ini, bersama dengan para pesaing seperti Claude milik Anthropic, Gemini milik Google, dan CoPilot milik Microsoft, telah menjadikan AI sebagai titik fokus dalam pencarian informasi. Meskipun ada kemajuan ini, mesin pencari tradisional seperti Google tetap dominan.
Keuntungan Google melonjak hampir 60% karena meningkatnya pendapatan iklan dari Google Search, dan pangsa pasar globalnya mencapai 91,1% pada bulan Juni, bahkan ketika kunjungan web ChatGPT menurun sebesar 12%.
Google tidak hanya mempertahankan posisinya tetapi juga memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan layanannya. Analis di Bank of America menganggap Gemini, AI milik Google, berkontribusi terhadap pertumbuhan permintaan pencarian. Dengan mengintegrasikan Gemini ke dalam produk seperti Google Cloud dan Search, Google bertujuan untuk meningkatkan kinerja mereka, memadukan kemampuan pencarian tradisional dengan inovasi AI yang canggih.
Namun, dominasi Google menghadapi tantangan hukum yang signifikan. Departemen Kehakiman AS telah menyelesaikan kasus antimonopoli besar terhadap Google, menuduh perusahaan tersebut memonopoli pasar pencarian digital, dengan putusan yang diharapkan akan keluar pada akhir tahun 2024.





