Kita berada di tengah apa yang disebut banyak orang sebagai Revolusi Industri Keempat , atau Industri 4.0. Ini adalah masa disrupsi, perubahan besar, peluang, dan risiko besar. Nasib akan berubah, perusahaan akan gagal, dan perusahaan baru akan bangkit dari abu.
Seperti setiap revolusi sebelumnya, kita akan lebih memahami apa yang dapat kita lakukan dan mungkin akan melakukan hal yang lebih buruk terkait keseimbangan kehidupan kerja dan kepentingan keluarga. Ada juga risiko signifikan berupa penyalahgunaan dan hilangnya kemanusiaan kita. Yang terakhir ini bisa menjadi hal yang baik.
Tiga Revolusi Industri Pertama
Revolusi Industri pertama dimulai pada tahun 1760 dan diyakini berakhir 60 tahun kemudian. Revolusi ini menyebabkan lahirnya kelas menengah, lapangan kerja profesional dalam skala besar, dan kemajuan dalam peralatan manufaktur (terutama tekstil), pertanian, dan pertambangan.
Revolusi Industri kedua dimulai pada tahun 1871 dan berlangsung selama sekitar 43 tahun. Revolusi ini menandai lahirnya transportasi cepat (darat dan laut), komunikasi kabel dan nirkabel, serta listrik. Selain itu, muncul jalur produksi yang mempercepat kecepatan dan biaya pembuatan produk untuk penggunaan sipil dan militer, yang menjadi fondasi industri untuk dua perang dunia.
Setiap revolusi memiliki dampak yang mendalam pada tenaga kerja, kekuasaan, pendapatan, kesejahteraan, dan keseimbangan kehidupan dan pekerjaan. Dua revolusi pertama dapat dikatakan telah meningkatkan distribusi kekayaan, menghilangkan sebagian besar bangsawan.





