Langkah ini sejalan dengan visi Perdana Menteri Narendra Modi untuk menjadikan India pusat utama manufaktur telepon pintar, bersaing dengan negara-negara seperti China dan Vietnam.
India mengumumkan pengurangan bea masuk untuk ponsel dan komponen utamanya dari 20% menjadi 15%. Selama presentasi anggaran 2024-25, Menteri Keuangan Nirmala Sitharaman menyatakan bahwa India akan menurunkan pajak impornya untuk ponsel, rakitan papan sirkuit cetak (PCBA), dan pengisi daya ponsel untuk memberikan manfaat kepada konsumen.
Kebijakan tersebut menguntungkan Apple, yang mengimpor model iPhone Pro dan Pro Max kelas atas dari luar negeri meskipun meningkatkan produksi lokal di negara tersebut dengan mengontrak produsen seperti Foxconn dan Tata Group. Salah satu pendiri Counterpoint Research, Neil Shah mencatat bahwa 10-12% iPhone Apple diimpor ke India setiap tahun, dan pengurangan pajak sebesar 5% dapat menghemat Apple $35-50 juta per tahun. Shah menambahkan bahwa Apple juga akan mendapatkan keuntungan langsung dari model ponsel yang masih mengimpor PCBA. Ia juga mencatat bahwa pengurangan bea masuk akan menguntungkan pendatang baru di pasar, yang disebutnya sebagai pengubah permainan.
Mengapa ini penting?
Kebijakan ini sejalan dengan visi Perdana Menteri Narendra Modi untuk mempromosikan India sebagai pusat manufaktur ponsel pintar, yang mendorong perusahaan-perusahaan seperti Apple, Xiaomi, Samsung, dan Vivo untuk memperluas operasi lokal. Sebelumnya, wakil menteri TI India telah menganjurkan pengurangan pajak impor ponsel untuk bersaing dengan China dan Vietnam sebagai pusat ekspor ponsel pintar.





