Dalam dunia yang serba cepat dan berbasis data seperti saat ini, kebutuhan akan teknologi canggih untuk membantu lembaga penegak hukum dan keselamatan publik agar tetap selangkah lebih maju menjadi lebih penting dari sebelumnya. Hadirlah Veritone Track , alat forensik video digital canggih bertenaga AI yang baru saja mengalami peningkatan signifikan.
Dengan penyempurnaan baru ini, Veritone Track kini memungkinkan pelacakan kendaraan bertenaga AI, sebuah pengubah permainan bagi pejabat keselamatan publik yang bertugas menganalisis sejumlah besar bukti video.
Pelacakan Kendaraan Bertenaga AI – Efisiensi dan Presisi
Salah satu kemajuan paling signifikan dalam iterasi terbaru Veritone Track adalah pengenalan pelacakan kendaraan bertenaga AI. Tidak seperti metode tradisional yang sangat bergantung pada informasi identitas pribadi (PII), alat ini memungkinkan pengguna melacak kendaraan yang diminati berdasarkan merek dan model melalui berbagai sumber video. Baik itu CCTV, kamera yang dikenakan di badan, rekaman drone, atau bahkan unggahan dari media sosial, Veritone Track memindai input video dengan akurasi yang belum pernah ada sebelumnya.
Yang paling penting? Ini bukan hanya soal kecepatan. AI mengidentifikasi kendaraan di berbagai sumber video, secara otomatis menggabungkan rekaman untuk menciptakan kronologi kejadian yang kohesif dan mulus. Dengan menghilangkan beban manual untuk menggabungkan rekaman selama berjam-jam, Veritone Track menawarkan efisiensi waktu dan sumber daya—dua faktor penting dalam investigasi berisiko tinggi.
Tulang Punggung Manajemen Bukti Digita
Veritone Track merupakan bagian dari ekosistem Veritone yang lebih besar, iDEMS (Intelligent Digital Evidence Management System), yang mendukung penanganan dan analisis sejumlah besar bukti digital. iDEMS didukung oleh platform aiWARE™ Veritone, yang mengintegrasikan lebih dari 300 model AI yang telah dilatih dan dapat dilatih di berbagai kategori kognitif. Platform yang tangguh ini menyederhanakan pengelolaan dan analisis audio, video, dan konten digital lainnya, mengubah apa yang mungkin merupakan tumpukan data yang tidak teratur menjadi intelijen yang dapat ditindaklanjuti.





