Sementara chatbot AI semakin populer untuk pertanyaan terkait kesehatan, para ahli memperingatkan bahwa mengunggah gambar medis sensitif ke platform ini dapat membahayakan privasi Anda.
Pakar keamanan mendesak agar berhati-hati saat menggunakan chatbot AI seperti ChatGPT dan Grok untuk menginterpretasikan pemindaian medis atau membagikan informasi kesehatan pribadi. Tren terkini menunjukkan pengguna mengunggah sinar-X, MRI, dan data sensitif lainnya ke platform ini, tetapi tindakan tersebut dapat menimbulkan risiko privasi yang signifikan. Gambar medis yang diunggah dapat menjadi bagian dari kumpulan data pelatihan untuk model AI, yang membuat informasi pribadi rentan disalahgunakan.
Tidak seperti aplikasi perawatan kesehatan yang dilindungi oleh undang-undang seperti HIPAA, banyak chatbot AI tidak memiliki perlindungan data yang ketat. Perusahaan yang menawarkan layanan ini dapat menggunakan data untuk meningkatkan algoritme mereka, tetapi sering kali tidak jelas siapa yang memiliki akses atau bagaimana data tersebut akan digunakan. Kurangnya transparansi ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pendukung privasi.
Pemilik X-nya, Elon Musk, baru-baru ini mendorong pengguna untuk mengunggah citra medis ke Grok, chatbot AI di platformnya, dengan alasan potensinya untuk berkembang menjadi alat diagnostik yang andal. Namun, Musk mengakui bahwa Grok masih dalam tahap awal, dan para kritikus memperingatkan bahwa berbagi data semacam itu secara daring dapat menimbulkan konsekuensi yang berkepanjangan.





