Lima peretas Scattered Spider menghadapi tuntutan AS atas penipuan phishing, mencuri data sensitif dalam operasi kejahatan dunia maya yang tingkat tinggi.
Lima orang yang diduga anggota kelompok peretas Scattered Spider menghadapi tuntutan pidana di AS. Jaksa menuduh kelompok tersebut mengatur skema phishing untuk mencuri data sensitif dan mata uang kripto. Korbannya termasuk sedikitnya 12 perusahaan dari industri seperti game dan telekomunikasi, selain pemegang mata uang kripto perorangan.
Para tersangka, yang berusia remaja atau 20-an tahun saat melakukan pelanggaran, diduga menipu karyawan agar membagikan detail login melalui pesan palsu. Tindakan ini memungkinkan mereka mengakses sistem perusahaan dan menguras jutaan dolar dari rekening pribadi. Ketenaran kelompok tersebut meningkat setelah peretasan besar-besaran terhadap operator kasino pada tahun 2023, meskipun hubungan dengan insiden tersebut masih belum jelas.
Para pejabat mengklaim Scattered Spider beroperasi sebagai kelompok penjahat dunia maya yang longgar, yang sering kali bekerja sama sementara untuk kejahatan tertentu. Para pakar industri telah lama menyerukan penegakan hukum yang lebih kuat terhadap kelompok-kelompok tersebut. Penangkapan baru-baru ini menandakan upaya yang lebih intensif, dengan para profesional keamanan dunia maya memperingatkan para peretas muda tentang konsekuensi yang berat jika tertangkap.
Para terdakwa, termasuk individu dari Skotlandia, Texas, dan North Carolina, menghadapi dakwaan konspirasi, pencurian identitas, dan penipuan lewat kawat. Penangkapan telah dilakukan di AS dan Spanyol , dengan proses ekstradisi sedang berlangsung. Investigasi terus berlanjut sementara pihak berwenang mengejar tersangka anggota kelompok lainnya.





