Penjualan semikonduktor global melonjak pada Q3 2024, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 23,2% dan peningkatan kuartalan sebesar 10,7%, didorong oleh meningkatnya permintaan dari berbagai industri seperti AI, big data, dan kendaraan listrik. Negara-negara di seluruh dunia, termasuk Tiongkok, AS, dan Uni Eropa, berinvestasi besar-besaran dalam pengembangan semikonduktor untuk mengamankan keunggulan kompetitif di pasar chip global.
Uni Eropa berfokus pada teknologi fotonik, dengan mengalokasikan dana sebesar €133 juta untuk membangun jalur percontohan sirkuit terpadu fotonik (PIC) di Belanda pada tahun 2025. Prakarsa ini bertujuan untuk meningkatkan posisi Eropa di pasar chip fotonik yang sedang berkembang, didorong oleh permintaan akan transmisi data yang lebih efisien untuk komputasi awan dan aplikasi AI.
Jepang juga telah mengambil langkah signifikan, mengumumkan investasi sebesar ¥10 triliun ($65 miliar) pada tahun 2030 untuk mendukung industri semikonduktor dan AI. Pendanaan ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk meningkatkan produksi dan inovasi chip, dengan fokus pada kolaborasi antara Rapidus, IBM, dan Imec dari Belgia.
Korea Selatan tengah meningkatkan dukungannya terhadap semikonduktor melalui Undang-Undang Khusus Semikonduktor yang diusulkan, yang mencakup dukungan finansial dan pengecualian jam kerja bagi produsen semikonduktor. RUU tersebut mencerminkan komitmen negara tersebut untuk memperkuat industri semikonduktornya, dengan rencana inisiatif pendanaan sebesar ₩26 triliun dan dana sebesar ₩800 miliar untuk mendukung ekosistem semikonduktor pada tahun 2027.





