Komisioner Perdagangan Federal Melissa Holyoak telah menyerukan pengawasan yang lebih ketat terhadap cara produk AI menangani data dari pengguna yang lebih muda
yang menimbulkan kekhawatiran tentang privasi dan keamanan. Berbicara di sebuah pertemuan American Bar Association di Washington, Holyoak mempertanyakan apa yang terjadi pada informasi yang dikumpulkan dari anak-anak yang menggunakan perangkat AI , membandingkan interaksi mereka dengan meminta saran dari mainan seperti Magic 8 Ball.
FTC, yang menegakkan Undang-Undang Perlindungan Privasi Daring Anak, sebelumnya telah menggugat platform seperti TikTok atas dugaan pelanggaran. Holyoak menyarankan agar lembaga tersebut mengevaluasi kewenangannya untuk menyelidiki praktik privasi AI seiring dengan perkembangan sektor tersebut. Pernyataannya muncul saat FTC menghadapi perubahan kepemimpinan dengan Presiden terpilih Donald Trump yang akan menunjuk pengganti Lina Khan, yang dikenal karena sikap agresifnya terhadap konsolidasi perusahaan.
Holyoak, yang dianggap sebagai calon ketua pelaksana, menekankan bahwa FTC harus menghindari pendekatan yang kaku terhadap merger dan akuisisi, sekaligus memprediksi adanya tantangan terhadap larangan nonkompetisi pekerja yang diberlakukan oleh lembaga tersebut. Ia mencatat bahwa keputusan Mahkamah Agung mengenai masalah tersebut dapat memberikan kejelasan yang berharga.





