Ibu menyalahkan chatbot AI atas bunuh diri putranya

Megan Garcia telah mengajukan gugatan terhadap Character.AI, menuduh bahwa chatbot miliknya berkontribusi terhadap bunuh diri putranya dengan menyamar sebagai pasangan romantis dan terapeutik.

Seorang ibu di Florida menggugat perusahaan rintisan chatbot AI Character.AI, dengan tuduhan perusahaan itu berperan dalam bunuh diri putranya yang berusia 14 tahun dengan menumbuhkan keterikatan yang tidak sehat dengan chatbot. Megan Garcia mengklaim putranya Sewell menjadi “kecanduan” Character.AI dan membentuk ketergantungan emosional pada chatbot, yang diduga merepresentasikan dirinya sebagai psikoterapis dan pasangan romantis, yang berkontribusi terhadap tekanan mentalnya.

Menurut gugatan yang diajukan di Orlando, Florida, Sewell berbagi pikiran untuk bunuh diri dengan chatbot tersebut, yang kabarnya memunculkan kembali tema-tema ini dalam percakapan-percakapan berikutnya. Garcia berpendapat bahwa sifat platform yang realistis dan interaksi yang sangat personal menyebabkan putranya mengisolasi diri, menderita harga diri yang rendah, dan akhirnya merasa tidak mampu hidup di luar dunia yang diciptakan oleh chatbot tersebut.

Character.AI menyampaikan belasungkawa dan menyatakan bahwa sejak saat itu mereka telah menerapkan fitur keamanan tambahan, seperti perintah bagi pengguna yang mengungkapkan pikiran untuk menyakiti diri sendiri, untuk meningkatkan perlindungan bagi pengguna yang lebih muda. Gugatan Garcia juga menyebut Google , dengan tuduhan bahwa Google berkontribusi besar terhadap pengembangan Character.AI, meskipun Google membantah terlibat dalam pembuatan produk tersebut.

Gugatan hukum tersebut merupakan bagian dari tren tuntutan hukum yang lebih luas terhadap perusahaan teknologi oleh orang tua yang khawatir tentang dampak layanan daring terhadap kesehatan mental remaja. Sementara Character.AI, dengan perkiraan 20 juta pengguna, menghadapi klaim unik terkait chatbot bertenaga AI, platform lain seperti TikTok , Instagram, dan Facebook juga sedang dalam pengawasan.

Related Posts

Maraknya Deepfake Berbagai Rekayasa Sosial Berbasis AI

Deepfake merupakan masalah yang semakin meningkat bagi organisasi mana pun yang terhubung ke internet. Deepfake dapat menjadi sangat berbahaya ketika digunakan sebagai senjata oleh negara-negara dan penjahat siber. “Ketika orang…

Produk Teknologi Terbaik Tahun 2025 Pilihan Rob Enderle

Tahun ini penuh dengan perubahan besar, inovasi luar biasa, dan banyak sekali masalah. Jika kita menengok ke belakang pada tahun 2025, jelas bahwa industri teknologi akhirnya telah melampaui siklus “hype…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Maraknya Deepfake Berbagai Rekayasa Sosial Berbasis AI

Maraknya Deepfake Berbagai Rekayasa Sosial Berbasis AI

Produk Teknologi Terbaik Tahun 2025 Pilihan Rob Enderle

Produk Teknologi Terbaik Tahun 2025 Pilihan Rob Enderle

Gartner Merekomendasikan untuk Menghindari Browser AI

Gartner Merekomendasikan untuk Menghindari Browser AI

Valuasi startup AI mеnіngkаtkаn kеkhаwаtіrаn gеlеmbung

Valuasi startup AI mеnіngkаtkаn kеkhаwаtіrаn gеlеmbung

Pеruѕаhааn chip AI Cеrеbrаѕ mеngаjukаn penarikan

Pеruѕаhааn chip AI Cеrеbrаѕ mеngаjukаn penarikan

Kеlоmроk peretas mеngklаіm hаmріr 1 miliar catatan Salesforce  

Kеlоmроk peretas mеngklаіm hаmріr 1 miliar catatan Salesforce