Seorang hakim telah menghentikan sementara perombakan Google Play Store untuk memberikan lebih banyak waktu untuk mengajukan banding.
Seorang hakim California telah mengabulkan permintaan Google untuk menunda putusan yang mengharuskan perombakan Play Store hingga 1 November. Penundaan ini memberikan lebih banyak waktu bagi pengadilan banding untuk mempertimbangkan gugatan Google terhadap perintah tersebut, yang bertujuan memberi pengguna lebih banyak pilihan dalam mengunduh aplikasi.
Putusan itu muncul sebagai bagian dari gugatan antimonopoli dari Epic Games , kreator Fortnite. Google memperingatkan bahwa penerapan perubahan dengan cepat akan menimbulkan risiko keamanan di seluruh ekosistem Android. Permintaan perusahaan untuk jeda yang lebih lama selama proses banding penuh ditolak.
Epic mengkritik argumen Google sebagai upaya menakut-nakuti, dengan menyatakan pengadilan telah menolak banding tersebut karena tidak berdasar. Perintah awal mengharuskan Google untuk mengizinkan toko aplikasi pesaing di Play Store dan mengaktifkan sistem pembayaran pihak ketiga. Putusan tersebut juga melarang Google memberi insentif kepada produsen perangkat untuk memasang tokonya terlebih dahulu.
Google telah menentang temuan antimonopoli tersebut dan menyatakan bahwa Play bersaing langsung dengan App Store milik Apple. Perusahaan tersebut berpendapat bahwa Play tidak boleh dicap sebagai perusahaan monopoli dan memperingatkan bahwa mematuhi putusan pengadilan akan memaksanya untuk berkolaborasi dengan para pesaing secara tidak adil.





