Apple membantah melakukan kesalahan, dengan alasan pangsa pasarnya yang kecil di India, tempat sistem Android Google mendominasi.
Badan antimonopoli India, Komisi Persaingan Usaha India (CCI), telah menyelesaikan penyelidikannya terhadap praktik Apple di pasar aplikasi India, dan mendapati raksasa teknologi itu terlibat dalam tindakan yang tidak etis. Menurut laporan rahasia yang dilihat oleh Reuters, CCI menuduh Apple mengeksploitasi posisi dominannya di ekosistem aplikasi iOS dengan mewajibkan pengembang untuk menggunakan sistem pembelian dalam aplikasi miliknya. Persyaratan ini, tegas CCI, membatasi persaingan dan memberlakukan ketentuan yang tidak adil bagi pengembang yang mengandalkan platform Apple untuk menjangkau konsumen.
Laporan setebal 142 halaman itu menyoroti pengaruh signifikan Apple atas distribusi produk dan layanan digital melalui App Store pada perangkat iOS. Laporan itu menggambarkan App Store sebagai saluran penting bagi pengembang aplikasi, yang harus mematuhi ketentuan Apple, termasuk sistem penagihan dan pembayarannya. Baik Apple maupun CCI menolak berkomentar mengenai temuan laporan tersebut.
Laporan CCI menandai fase penting dalam investigasi India, yang masih menunggu peninjauan oleh pejabat senior. Laporan ini dapat mengakibatkan denda dan arahan bagi Apple untuk merevisi praktik bisnisnya. Kasus ini bermula dari pengaduan oleh kelompok nirlaba dan perusahaan rintisan India, yang menuduh praktik Apple menghambat persaingan dan menaikkan biaya bagi pengembang dan konsumen.





