Iran telah melarang VPN untuk memperketat kontrol internet

Iran telah melarang VPN untuk memperketat kontrol internet, yang memicu kritik internasional dan menyoroti bentrokan antara otoritas pemerintah dan hak digital.

Iran secara resmi telah melarang jaringan privat virtual (VPN) sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperketat kontrol atas akses internet. Arahan tersebut, yang dikeluarkan oleh Dewan Tertinggi Dunia Maya dan didukung oleh Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, melarang penggunaan VPN kecuali jika diizinkan oleh pihak berwenang. Peraturan tersebut sangat mengkhawatirkan bagi banyak warga Iran, yang mengandalkan VPN untuk menerobos sensor internet yang ekstensif dan mengakses konten yang diblokir, termasuk platform media sosial populer seperti Facebook, Twitter, dan Instagram serta layanan streaming seperti YouTube dan Netflix.

Motif di balik tindakan keras tersebut rumit, dengan laporan yang menunjukkan bahwa beberapa pejabat mungkin mendapat keuntungan dari perdagangan VPN, yang menunjukkan bahwa larangan tersebut dapat menghilangkan persaingan dan bukan hanya mengatasi masalah keamanan nasional. Lebih jauh, kebutuhan akan kejelasan lebih lanjut mengenai penegakan hukum membuat warga tidak yakin tentang potensi konsekuensi atas pelanggaran.

Reaksi publik sebagian besar negatif, karena larangan tersebut mengkriminalkan tindakan banyak warga negara. Kritikus berpendapat bahwa larangan tersebut mencerminkan ketakutan mendalam akan mobilisasi massa di antara penduduk ketika diberi akses informasi tanpa batas. Sentimen ini telah menarik perhatian internasional, dengan Amerika Serikat mengecam larangan tersebut dan menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung kebebasan internet di Iran.

Secara keseluruhan, larangan VPN merupakan bagian dari tren represi digital yang lebih luas di Iran, terutama setelah protes setelah Mahsa Amini meninggal pada tahun 2022. Ketika pemerintah memperketat kontrolnya, ketegangan antara otoritas negara dan hak warga negara untuk mengakses informasi menimbulkan tantangan signifikan terhadap hak digital di negara tersebut.

Related Posts

Maraknya Deepfake Berbagai Rekayasa Sosial Berbasis AI

Deepfake merupakan masalah yang semakin meningkat bagi organisasi mana pun yang terhubung ke internet. Deepfake dapat menjadi sangat berbahaya ketika digunakan sebagai senjata oleh negara-negara dan penjahat siber. “Ketika orang…

Produk Teknologi Terbaik Tahun 2025 Pilihan Rob Enderle

Tahun ini penuh dengan perubahan besar, inovasi luar biasa, dan banyak sekali masalah. Jika kita menengok ke belakang pada tahun 2025, jelas bahwa industri teknologi akhirnya telah melampaui siklus “hype…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Maraknya Deepfake Berbagai Rekayasa Sosial Berbasis AI

Maraknya Deepfake Berbagai Rekayasa Sosial Berbasis AI

Produk Teknologi Terbaik Tahun 2025 Pilihan Rob Enderle

Produk Teknologi Terbaik Tahun 2025 Pilihan Rob Enderle

Gartner Merekomendasikan untuk Menghindari Browser AI

Gartner Merekomendasikan untuk Menghindari Browser AI

Valuasi startup AI mеnіngkаtkаn kеkhаwаtіrаn gеlеmbung

Valuasi startup AI mеnіngkаtkаn kеkhаwаtіrаn gеlеmbung

Pеruѕаhааn chip AI Cеrеbrаѕ mеngаjukаn penarikan

Pеruѕаhааn chip AI Cеrеbrаѕ mеngаjukаn penarikan

Kеlоmроk peretas mеngklаіm hаmріr 1 miliar catatan Salesforce  

Kеlоmроk peretas mеngklаіm hаmріr 1 miliar catatan Salesforce